
Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ), Kazuo Ueda, menyatakan bahwa pencapaian inflasi 2% semakin mendekat, meskipun inflasi riil masih rendah. Ueda menegaskan bahwa BOJ akan terus menaikkan suku bunga jika prospek ekonomi dan inflasi mendukung langkah tersebut, membuka kemungkinan adanya perubahan kebijakan lebih lanjut.
Dengan inflasi CPI yang terus meningkat secara moderat, Jepang berpotensi mengalami kenaikan upah dan harga yang berkelanjutan. Ueda juga menyinggung menurunnya kemungkinan ekonomi Jepang kembali ke kondisi "norma nol", di mana upah dan harga stagnan. Hal ini dapat menandakan kondisi ekonomi yang lebih baik ke depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mewawancarai Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada Rabu. Wawancara ini disebut sebagai bagian dari proses seleksi untuk posisi puncak di ba...
Presiden Donald Trump mengatakan dia akan memecat Lisa Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve jika dia tidak mengundurkan diri dari jabatannya atas tuduhan penipuan hipotek dari sekutu utama Gedung ...
Menurut pernyataan Federal Reserve (Fed), Ketua Fed Jerome Powell bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis (29/5), di mana kepala Fed menegaskan kembali bahwa keputusa...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...